Rabu, 12 Maret 2014

Studium General IAIN Surakarta 2014


Studium General IAIN Surakarta 2014
Solo  - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Surakarta, menggelar acara studium general pada Selasa (11/3) di gedung Graha IAIN Surakarta.
Studium General merupakan perkuliahan umum yang biasanya diadakan pada tiap semester untuk mengawali sebuah perkuliahan di semester yang baru.  Lazimnya studium general dapat berupa forum diskusi maupun berbentuk presentasi yang dibawakan atau disampaikan oleh para ahli berdasarkan tema atau materi yang akan diangkat, dan dihadiri oleh segenap mahasiswa dan civitas akademika di kampus terkait.  Menurut sejarah, studium general merupakan sebuah forum untuk memperkenalkan ideologi atau isi pikiran baik yang berupa visi dan misi mapun hal-hal terkait lainnya yang berkenaan dengan kampus tersebut. Dan oleh karena itu, idealnya studium general adalah sebuah acara untuk mahasiswa baru. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, studium general beralih menjadi sebuah tuntutan akademik yang mungkin tidak begitu merepresentasikan wajah kampus terkait, karena sekarang ini studium general lebih mengangkat tema lain atau tema yang memenuhi syarat untuk dijadikan bahan diskusi sehingga dapat dihadiri baik oleh mahasiswa baru maupun lama. Bahkan hukumnya wajib.
Studium general yang bertemakan Reaktualisasi Nilai Keislaman Islam tersebut menghadirkan dua tokoh yang cukup terkenal dan berkompeten dalam bidangnya, seperti K.H Jalaluddin Rakhmat yang merupakan pakar psikologi dan komunikasi serta DR. Muhammad Zain, M.Ag yang saat ini menjabat sebagai kepala subdirektorat pengembangan akademik, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI.
Dengan suasana yang cukup meriah, studium general yang juga diawali dengan pelantikan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) itu membahas hal-hal yang berkenaan dengan studi islam dalam konteks kekinian yang sedikit dikolaborasikan dengan konsep psikologi komunikasi.  Seperti materi yang dibawakan oleh K.H. Jalaluddin  Rakhmat yaitu tentang Nonviolent Communication atau Komunikasi Tanpa Kekerasan yang berdasar pada perspektif al-Qur’an. Dalam pembahasan tersebut dipaparkan mengenai bagaimana Q.S. al-Hujurat : 13 membahas tentang arti pentingnya sebuah sikap saling memahami, menyayangi dan pentingnya memelihara hubungan silaturrahmi, yang ketiga hal itu merupakan poin-poin tujuan sebuah komunikasi.
     Selain itu membahas pula tentang bagaimana membentuk sebuah percakapan atau dialog yang sehat dengan memperhatikan beberapa hal, seperti :
Confirmation. Membahas tentang bagaimana pentingnya mengemukakan pendirian   secara jujur.
Menanamkan spirit of mutual equality. 
Menciptakan supportive climate. Bagaimana jenis komunikasi menjadi poin  yang cukup berperan untuk adanya sebuah iklim komunikasi yang supportive.
   
   Dan yang terakhir adalah mengemukakan beberapa ciri orang beriman, diantaranya  adalah  orang beriman memiliki wajah yang ceria Kemudian lidah yang lembut. Selain itu hati yang penuh kasih. Serta tangan yang saling memberi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar