Studium
General IAIN Surakarta 2014
Solo - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta,
menggelar acara studium general pada Selasa (11/3) di gedung Graha IAIN
Surakarta.
Studium General merupakan perkuliahan umum yang biasanya
diadakan pada tiap semester untuk mengawali sebuah perkuliahan di semester yang
baru. Lazimnya studium general dapat
berupa forum diskusi maupun berbentuk presentasi yang dibawakan atau
disampaikan oleh para ahli berdasarkan tema atau materi yang akan diangkat, dan
dihadiri oleh segenap mahasiswa dan civitas akademika di kampus terkait. Menurut sejarah, studium general merupakan
sebuah forum untuk memperkenalkan ideologi atau isi pikiran baik yang berupa
visi dan misi mapun hal-hal terkait lainnya yang berkenaan dengan kampus
tersebut. Dan oleh karena itu, idealnya studium general adalah sebuah acara
untuk mahasiswa baru. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya
zaman, studium general beralih menjadi sebuah tuntutan akademik yang mungkin
tidak begitu merepresentasikan wajah kampus terkait, karena sekarang ini
studium general lebih mengangkat tema lain atau tema yang memenuhi syarat untuk dijadikan
bahan diskusi sehingga dapat dihadiri baik oleh mahasiswa baru maupun lama.
Bahkan hukumnya wajib.
Studium general yang bertemakan Reaktualisasi Nilai
Keislaman Islam tersebut menghadirkan dua tokoh yang cukup terkenal dan
berkompeten dalam bidangnya, seperti K.H Jalaluddin Rakhmat yang
merupakan pakar psikologi dan komunikasi serta DR. Muhammad Zain, M.Ag yang
saat ini menjabat sebagai kepala subdirektorat pengembangan akademik,
Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI.
Dengan suasana yang cukup meriah, studium general
yang juga diawali dengan pelantikan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) itu
membahas hal-hal yang berkenaan dengan studi islam dalam konteks kekinian yang
sedikit dikolaborasikan dengan konsep psikologi komunikasi. Seperti materi yang dibawakan oleh K.H.
Jalaluddin Rakhmat yaitu tentang Nonviolent Communication atau Komunikasi
Tanpa Kekerasan yang berdasar pada perspektif al-Qur’an. Dalam pembahasan
tersebut dipaparkan mengenai bagaimana Q.S. al-Hujurat : 13 membahas tentang
arti pentingnya sebuah sikap saling memahami, menyayangi dan pentingnya
memelihara hubungan silaturrahmi, yang ketiga hal itu merupakan poin-poin
tujuan sebuah komunikasi.
Selain itu membahas pula tentang bagaimana membentuk
sebuah percakapan atau dialog yang sehat dengan memperhatikan beberapa hal,
seperti :
Confirmation.
Membahas tentang bagaimana pentingnya mengemukakan pendirian secara jujur.
Menanamkan
spirit of mutual equality.
Menciptakan
supportive climate. Bagaimana jenis
komunikasi menjadi poin yang cukup berperan untuk adanya sebuah iklim
komunikasi yang supportive.
Dan yang terakhir adalah
mengemukakan beberapa ciri orang beriman, diantaranya adalah orang
beriman memiliki wajah yang ceria Kemudian
lidah yang lembut. Selain
itu hati yang penuh kasih. Serta
tangan yang saling memberi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar