Adduuhh
Ninaaa….
Talk
about Multitasking.
Kriiingggg…… (suara telphon berbunyi)
“Assalamu’alaikum, pagiiii …..?” (ngangkat telpon
sambil pake kaos kaki)
……..
……..
“Adduuhhh,, waktu sarapan tinggal lima menit lagii
nih, aduuh, terancam telat, telat,telaaatt….. “ (sarapan roti sambil persiapin
materi presentasi yang akan di bawa ke kampus)
……..
……..
“hai, Ninaaa..” (sapa Nano, dengan senyum manisnya)
“oh, hai Nano, apa kabar, kamu tambah unyu aja hari
ini..” (nanggepain Nano sambil senyumin dia sambil jalan dan akhirnyaaa…)
duaarrrrr,,,,,
nabrak tembok :D
uupssss……..
hehehe… pernah ngga sih kalian mengalami yang kayak
beginian? :D atau aktivitas lain dengan jenis yang sama?
iya, mungkin banget, kalo kalian punya pengaturan
waktu alias time management yang
uuhh,, buruk banget.. sampe-sampe harus multitasking
.. hihi
yaps, Multitasking..
Multitasking
itu merupakan suatu tindakan mengerjakan lebih dari satu aktivitas secara
bersamaan. Persis banget sama apa yang dilakuin Nina pagi tadi..
Ngangkat telphon sambil make kaos kaki,
Sarapan sambil nyiapin keperluan berangkat ngampus,
And then, rela
jedottin kepala ke tembok, gara2 ngga fokus sama satu aktivitas perjalanannya
menuju ruang kelas, sampe harus bales sapaan Nano sambil jalan dan berakhir
dengan pelukan dengan tembok yang bertengger tepat di hadapannya.. hihi
Makanya, temans, jangan kayak Nina pagi tadi yak,. Kalian
harus bisa lebih baik darinya untuk lebih bisa mengatur waktu agar tidak sampai
ribet-ribet multitasking. Hmmm…
sebenernya sihh, boleh-boleh aja temans, kalo dalam intensitas yang ga begitu
sering, tapi kalo keseringan, bisa berakibat ngga baik hloo..
Yaps, menurut Lien,
Ruthruff, & Johnston, (2006); Rubinstein, Meyer, & Evans, (2001), mengerjakan
lebih dari satu aktivitas secara bersamaan (multitasking) dalam
kehidupan sehari-hari merupakan suatu tindakan yang tidak efisien, temans..
sekalipun dilakukan pada tugas-tugas yang mudah. Bahkan sesungguhnya multitasking akan menyebabkan bertambahnya waktu yang
kita butuhkan dalam menyelesaikan aktivitas-aktivitas kita, karena kita
senantiasa harus “berpindah-berpindah” dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya:
hal tersebut dapat meningkatkan stres, meningkatkan jumlah kesalahan,
memperlambat waktu reaksi dan
menyebabkan gangguan pada proses mengingat Multitasking juga dapat membahayakan kta hlo temans.
Yak, pasalnya, studi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika
Serikat menunjuikan bahwa pengguna telphon genggam pada saat mengemudi meningkatkan
kemungkinan terjadinya kecelakaan sebesar tiga kali lipat , begitu juga dengan
aktivitas lain yang menyebabkan perhatian kita teralih (Klauer dkk, 2006)
Nahh,, bener kan
temans,, wahh,,, kayaknya Nina, harus lebih disiplin lagi dehh, biar punya
waktu yang lebih terorganisir, dan tentunya ngga sampe ngelakuin lebih dari
satu aktivitas secara bersamaan alias multitasking
kayak pagi tadii,, hihi
Karena secara tidak
sadar, tindakan multitasking justru
menjadi suatu tindakan yang tidak efisien. dan bukannya meminimalisir waktu
(seperti yang diasumsikan oleh ketidaksadaran kita), tapi justru malah nambah
waktu lagi, karena kita pun juga ngga focus
sama satu aktivitas juga karena berpindah-pindah itu tadi…
Dan seperti yang udah
dipaparkan sebelumnya, bahwa tindakan multitasking memperbesar kemungkinan
adanya penyakit, meningkatkan jumlah kesalahan bahkan menyebabkan gangguan dalam
proses mengingat. Wahh,, besar kemungkinan untuk jadi pelupa temans..
Jadi kudu hati-hati
yak..
Seperti yang udah
terpapar juga, bahwa solusi untuk mengurangi tindakan multitasking adalah
dengan memperbaiki manajement waktu. Berusaha untuk sebisa mungkin mengorganisir
hidup kita dengan sederet aktivitas yang mungkin terkadang terkesan overload, sampe harus multitasking segala,, hik..hik.. dan
tentunya harus disikapi dengan disiplin yak temans… karena disiplin itu adalah
suatu hal yang harusnya dibudayakan, dibiasakan dan terus dilangsungkan..
tentunya biar ngga ada istilah karet, yang sukanya molor-molor gitu,,, hihihi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar