Jumat, 28 Maret 2014

Aku Percaya Ayah

Aku Percaya Ayah
Ayah..
iya,
Ayah.. begitulah sapaanku terhadap lelaki yang telah merawatku, mendidikku dan berbagi pengalaman denganku selama hampir sembilan belas tahun ini.
lelaki yang sudah berada di dunia ini selama lebih dari setengah abad itu adalah sosok yang membuatku memahami kehidupan ini dari berbagai sisi.
Lelaki itu adalah sosok yang kuat.. Ia benar-benar tidak hanya sekedar berbicara tentang apa itu “kuat”, namun juga menyatakannya dalam setiap perilakunya. Ia tidak hanya kuat secara fisik, mentalitasnya pun menyiratkan hal serupa. Iya, lelaki itu bernama Ayah. Sosok yang kuat itu.
Aku percaya Ayah.
Ia adalah sosok yang tangguh. Ia benar-benar memiliki idealisme yang kuat. Prinsip yang gagah, Pandangan yang indah. Ia akan senantiasa berdiri tegak dengan semua apa yang ia yakini, apa yang ia pahami. Ia sangat pandai dalam berdiskusi, dalam beradu argumentasi. Memberikan pandangan yang luas namun tetap proporsional walaupun terkadang sedikit emosional adalah sosok yang aku kenal. Hingga sekarang. Sosok yang masih menyandang sebagai seorang Ayah. Ayah yang tangguh. Dan sama, aku percaya Ayah.
Sosok itu hidup dengan kepribadian yang keras, namun tetap terkendali dengan sikapnya yang agamis. Iya. Ia tak hanya berdiri tegap dengan prinsip hidupnya dalam dimensi eksoterik, namun juga pada dimensi esoteriknya. Seimbang? Hmm.. tidak selalu, tapi hampir.
Keras tidak selalu terwujud dalam sikap-sikap yang destruktif, melainkan keras dalam menerapkan apa yang telah ia tanamkan pada hati dan pikirannya. Dalam benakku, ia adalah sosok yang benar-benar memiliki konsistensi yang tinggi. Buatku, ia adalah benar-benar Ayah, walaupun tidak seratus persen sempurnya, namun ia tetaplah Ayahku dan aku mempercayainya. Ya, aku percaya Ayah.
Aku percaya, dengan usianya yang semakin tua, ia masih sanggup memimpin, memimpin kita yang masih mempercayai kinerja kepemimpinannya. Kepemimpinan dalam keluarga besar ini.
Aku percaya dengan kondisinya yang semakin renta, ia masih sanggup mengawal perjalanan kita. Perjalanan hidup yang bukannya semakin mudah namun membuat kita semakin menengadah. Menengadah untuk diberi mudah. Oleh-Nya. Hidup ini benar-benar menggoda kita dari berbagai sisi. Dan Ayah tahu betul akan hal itu.
Aku percaya, dengan Ayah yang sudah tidak muda, ia masih bisa berteriak. Meneriakkan suara-suara yang kecil dan tersembunyi. Dan kita bisa mendengarnya, suara Ayah sangat keras, sangat lantang. Dan aku bisa merasakannya sangat bisa bahkan tidak akan pernah lupa.

Ayahku mungkin tidak bisa membawa keluargaku pada kebahagiaan profan yang kebanyakan orang inginkan, yang kebanyakan orang dambakan. Namun aku selalu percaya, bahwa Ayah bisa memberikan kita ketenangan, kenyamanan, dan pandangan, bahwa kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan.
Ayahku mungkin tidak bisa membawa keluargaku berlibur keliling Eropa seperti apa yang pernah aku inginkan, tapi Ayahku bisa membawaku mengelilingi kehidupan ini dari berbagai sisi.
Dengan kekuatannya, ia mampu membuatku percaya, bahwa hidup ini keras, maka kita harus jauh lebih keras.
Dengan ketangguhannya, ia masih mampu meyakinkanku bahwa hidup ini tidak selalu dalam kondisi tenang, maka kita harus berpegang.
Dengan kekerasannya, ia benar-benar membuatku tahu, bahwa hidup ini adalah bukan sekedar omongan, tapi juga pembuktian.
Dalam sholatku, aku sisipkan untuk kesehatan orang tuaku, untuk kebahagiaan mereka, ibu bapakku.
Rasa kagumku tak hanya sampai disitu,
Dalam anganku, selalu terselip mimpi indahku,
Dibalik kesehatannya yang selalu aku minta pada-Nya terdapat keinginan besar untuk menyempurnakan rukun Islamku.  Rukun Islam terakhirku. Bersama mereka, ibu dan bapakku, iya, ibu dan Ayahku,
Semuanya, hanya ada satu kalimat tersisa,
Aku anakmu,
Aku mempercayaimu,
Aku butuh sehatmu,
Aku butuh do’amu,
Aku butuh kehadiranmu,
Untuk satu hal itu,
Aku mempercayaimu,
Ayah.

Jumat, 21 Maret 2014

Adduuhh Ninaaa


Adduuhh Ninaaa….
Talk about Multitasking.
Kriiingggg…… (suara telphon berbunyi)
“Assalamu’alaikum, pagiiii …..?” (ngangkat telpon sambil pake kaos kaki)
……..
“Adduuhhh,, waktu sarapan tinggal lima menit lagii nih, aduuh, terancam telat, telat,telaaatt….. “ (sarapan roti sambil persiapin materi presentasi yang akan di bawa ke kampus)
……..
“hai, Ninaaa..” (sapa Nano, dengan senyum manisnya)
“oh, hai Nano, apa kabar, kamu tambah unyu aja hari ini..” (nanggepain Nano sambil senyumin dia sambil jalan dan akhirnyaaa…)

duaarrrrr,,,,,

nabrak tembok :D

uupssss……..

hehehe… pernah ngga sih kalian mengalami yang kayak beginian? :D atau aktivitas lain dengan jenis yang sama?
iya, mungkin banget, kalo kalian punya pengaturan waktu alias time management yang uuhh,, buruk banget.. sampe-sampe harus multitasking .. hihi
yaps, Multitasking..
 
Multitasking itu merupakan suatu tindakan mengerjakan lebih dari satu aktivitas secara bersamaan. Persis banget sama apa yang dilakuin Nina pagi tadi..
Ngangkat telphon sambil make kaos kaki,
Sarapan sambil nyiapin keperluan berangkat ngampus,
And then, rela jedottin kepala ke tembok, gara2 ngga fokus sama satu aktivitas perjalanannya menuju ruang kelas, sampe harus bales sapaan Nano sambil jalan dan berakhir dengan pelukan dengan tembok yang bertengger tepat di hadapannya.. hihi

Makanya, temans, jangan kayak Nina pagi tadi yak,. Kalian harus bisa lebih baik darinya untuk lebih bisa mengatur waktu agar tidak sampai ribet-ribet multitasking. Hmmm… sebenernya sihh, boleh-boleh aja temans, kalo dalam intensitas yang ga begitu sering, tapi kalo keseringan, bisa berakibat ngga baik hloo.. 

Yaps, menurut Lien, Ruthruff, & Johnston, (2006); Rubinstein, Meyer, & Evans, (2001), mengerjakan lebih dari satu aktivitas secara bersamaan (multitasking)  dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu tindakan yang tidak efisien, temans.. sekalipun dilakukan pada tugas-tugas yang mudah.  Bahkan sesungguhnya multitasking akan menyebabkan bertambahnya waktu yang kita butuhkan dalam menyelesaikan aktivitas-aktivitas kita, karena kita senantiasa harus “berpindah-berpindah” dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya: hal tersebut dapat meningkatkan stres, meningkatkan jumlah kesalahan, memperlambat waktu reaksi  dan menyebabkan gangguan pada proses mengingat Multitasking juga dapat membahayakan kta hlo temans. 

Yak, pasalnya,  studi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat menunjuikan bahwa pengguna telphon genggam pada saat mengemudi meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan sebesar tiga kali lipat , begitu juga dengan aktivitas lain yang menyebabkan perhatian kita teralih (Klauer dkk, 2006)
Nahh,, bener kan temans,, wahh,,, kayaknya Nina, harus lebih disiplin lagi dehh, biar punya waktu yang lebih terorganisir, dan tentunya ngga sampe ngelakuin lebih dari satu aktivitas secara bersamaan alias multitasking kayak pagi tadii,, hihi 

Karena secara tidak sadar, tindakan multitasking justru menjadi suatu tindakan yang tidak efisien. dan bukannya meminimalisir waktu (seperti yang diasumsikan oleh ketidaksadaran kita), tapi justru malah nambah waktu lagi, karena kita pun juga ngga focus sama satu aktivitas juga karena berpindah-pindah itu tadi…

Dan seperti yang udah dipaparkan sebelumnya, bahwa tindakan multitasking memperbesar kemungkinan adanya penyakit, meningkatkan jumlah kesalahan bahkan menyebabkan gangguan dalam proses mengingat. Wahh,, besar kemungkinan untuk jadi pelupa temans..
Jadi kudu hati-hati yak..

Seperti yang udah terpapar juga, bahwa solusi untuk mengurangi tindakan multitasking adalah dengan memperbaiki manajement waktu. Berusaha untuk sebisa mungkin mengorganisir hidup kita dengan sederet aktivitas yang mungkin terkadang terkesan overload, sampe harus multitasking segala,, hik..hik.. dan tentunya harus disikapi dengan disiplin yak temans… karena disiplin itu adalah suatu hal yang harusnya dibudayakan, dibiasakan dan terus dilangsungkan.. tentunya biar ngga ada istilah karet, yang sukanya molor-molor gitu,,, hihihi




Selasa, 18 Maret 2014

Kasihan ponakan-ponakanku !


Kasihan Ponakan-ponakankanku, 




Kok aku ga’ nemu lagu yang pas di televisi  buat ponakan2ku yak?
Mendengarkan musik atau lagu2 memang menyenangkan, bahkan terkadang kita memerlukannya sebagai hiburan, iya, kita orang dewasa membutuhkannya.. dan anak2 pun kayaknya juga ga kalah membutuhkan, bahkan jauh lebih memerlukan yang selain untuk hiburan juga untuk media belajar, biar suasana belajar lebih menyenangkan dan mengena, karena suasana belajarnya ga tegang, karena sambil nyanyi2 J
Mungkin aku bisa merasakannya, walaupun aku ga punya adik,. karena aku memiliki banyak keponakan dari berbagai usia, dari yang paling kecil usia 8 bulanan sampai usia 7 tahunan..  kalo pas lagi main kerumah atau aku yang main kerumah mereka, aku pengen banget bisa belajar santai sambil nyanyi2 bareng mereka..
Tapi kok aku ga nemu musik atau lagu2 yang pas di televisi buat ponakanku yak? Kebanyakan musik atau lagu2 yang dihadirkan di media televisi adalah untuk memenuhi kebutuhan orang2 remaja hingga dewasa.. lagu2 untuk ponakanku ngga ada.. L seddiihh L padahal media televisi (TV) itu keren banget hlo kalo untuk media belajar, kan punya kelengkapan audio-visual yang lebih bersifat persuasif, terlebih untuk anak2 dalam masa tumbuh kembangnya..
Coba lihat deh, yang ada kebanyakan hanya lagu2 remaja yang sedih, susah, ga bersyukur, marah, kecewa, galauu ga ceria dan ga ada rasa patriotiknya…
Mana bisa diterapkan untuk main sama ponakanku.. yang ada mereka malah menyerap lagu2 yang ga support untuk fase2 tumbuh dan berkembang mereka.. dan yang paling penting masa2 seusia ponakan2ku kan masa perkembangan otak juga.. ya aku ga mau dong, kalo ponakanku menyerap kata atau kalimat yang ga ada nilai pendidikannya.. apa lagi sampai lyric lagunya termemori di pikiran mereka.. masak ntar  hari2 mereka ada ceplosan kata galau,.. untuk anak seusia ponakanku itu ga lucu bangeeett… menyedihkan dan ironis banget..
Pantas, negeri ini jalan ditempat, hla wong trend  dikalangan mayoritas remajanya  aja adalah rela berkorban dan menumpahkan darah hanya untuk legitimasi sebuah kata “CINTA” . iya, cinta yang ga begitu penting untuk digembar-gemborkan, kayak cinta2annya remaja yang ababil gtu.. please deh beib, hla untuk orang tua dan negara mana? Minus banget..
Aku juga masih remaja hlo,. Ga bisa dipungkirin kalo usia2 belasan macam aku gini rentan banget untuk bersikap ababil, galau atau gaje2 (gajelas) gimana gitu.. kan lagi pencarian jati diri, jadi wajar ko.. aku juga pernah galau, tapi justru “peka” terhadap pengalaman itu sendiri lah yang membuat aku punya mind-set beda hingga detik ini (ngaprepnya bisa istiqomah) hehe..
Buatku, masa muda (terlebih di usia belasan ini) adalah usia produktif atau awal2 yang pas banget untuk memulai banyak hal positif temans.. mumpung masih muda dan mumpung masih bertenaga, soal pacar, nanti2 dulu lah.. sekali lagi, yang paling ngerti diri kita dengan sederet kelebihan dan kekurangannya ya adalah kita sendiri.. pastikan, bahwa kita tahu betul apa2 aja hal2 yang baik dan yang support buat diri kita untuk masa depan kita.  Jatuh cinta memang indah, mungkin memang bisa memberi motivasi yang baik dan mungkin memang berjuta rasanya,, wkwk, tapi jangan pernah lupa, bahwa jatuh cinta itu juga sarat akan segenap konsekuensi. Nah, ini dia, kalo kita belum siap dengan segala konsekuensi yang ada seperti harus punya quality time or special time buat si dia, harus extra perhatian buat dia, harus keep in touch ama dia, harus siap2 cemburu kalo dia lagi mencurigakan bareng cewe lain, harus rela pikiran kita di bawa kemana2 kalo dia beberapa hari aja ga ada kabar, harus rela nangis kalo lagi berantem atau lagi ada masalah dan sejenisnya.. addduuuhh.. sederet konsekuensi itulah yang harus kita pikirkan betul kalo dalam usia belasan ini kita masih nekat buat pacaran.  Dan ga ada jaminan resmi kalo pacaran di usia belasan bisa langgeng sampe married,, ga ada..
Oke, mungkin alasan kalian karena, “dengan adanya pacar kan bisa nambah motivasi untuk lebih produktif?”
yes, bener, aku juga sempet mikir begitu.. tapi merangkum sedikit dari quote’nya om Tere Liye, yang intinya, bukan kehadiran pacar-lah yang membuat kita lebih produktif, kalo sekiranya setelah pacaran kita lebih produktif dan lebih maju, itu mah karena basic’nya kita udah produktif, itu hanya point plus aja,, banyak juga ko orang yang pacaran justru malah asyik dengan dunia barunya, dan banyak juga ko orang yang ngga ada pacar, tapi malah bisa terus berkarya tanpa ada hambatan rasa galau dan sejenisnya.. wuu,, jadi nggga bisa digeneralisir temans,,
Hehe, mungkin sedikit OOT a.K.a Out Of Topic yak, tapi gapapa..
Kembali ke Topic,
Sekarang, hanya tersisa lagu2 anak yang pernah hadir di dekade 90’an sampi tahun 2000’an.. pokonya pas aku kecil.. hehe,, tapi sekarang udah ga happening lagi, soalnya media televisi juga ga ada alternatif lagu baruu sihh,, jadi miskin hiburan untuk anak…
Solusi sementara, aku kalo pengen nyanyi2 dan sambil belajar bareng ponakan ya paling ama lagu2 lama yang masih bermakna, he’em, lagu anak yang maknanya ga akan lekang oleh waktu, kayak laguna Pelangi-Pelangi, Kaih Ibu, Balonku, dan sejenisnya..
Padahal ngarepnya ada lagu baru, atau nyiptain lagu sendiri kali yak,,, hehe
Sekali lagi,
Kasihan ponakan2ku…

Minggu, 16 Maret 2014

Talkshow Kewirausahaan IAIN Surakarta


Talkshow Kewirausahaan IAIN Surakarta

Solo – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar acara talkshow kewirausahaan pada Jumat (14/3) di gedung Pascasarjana IAIN Surakarta. Talkshow dengan tema Spirit of Global of Young Entrepreneur tersebut menghadirkan empat narasumber sekaligus, diantaranya adalah Deputi Bidang SDM Kementrian Koperasi dan UKM RI Prakoso Budi Susetyo, SE, MM, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo Raya Ade Roma Doyoatmojo, praktisi wirausaha sukses Bambang Hermanto dan Ketua Lembaga Pendidikan Profesi dan Kewirausahaan (LP2K) IAIN Surakarta Drs. Rohmat MP PhD.

            Acara yang disambut oleh Rektor yang diwakili Wakil Rektor II M Rahmawan MSi itu dihadiri oleh sejumlah delegasi dari mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dari berbagai universitas yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY serta beberapa delegasi dari beberapa UKM IAIN Surakarta lainnya. Talkshow yang dimulai sejak pukul 16.00 – 17.00 WIB itu memberikan berbagai motivasi tentang bagaimana menjadi seorang wirausaha muda yang baik dan kreatif serta kiat-kiat untuk menjadi wirausaha yang sukses yang tidak hanya di dunia namun juga sukses di akhirat, yang diberikan oleh masing-masing narasumber yang hadir. Dalam talkshow tersebut juga dijelaskan tentang betapa pentingnya memaknai suatu kegagalan, dan pentingnya sebuah kejelian dalam memilih jenis usaha yang berpotensi memiliki peminat yang besar serta disarankan untuk seorang wirausaha pemula, untuk sebaiknya memilih usaha di sektor jasa, karena hal itu tidak memberikan resiko yang terlalu besar serta tidak mudah menggugurkan semangat.

Seperti salah satu motivasi yang disampaikan oleh Deputi Bidang SDM Kementrian Koperasi dan UKM RI Prakoso Budi Susetyo, SE, MM, bahwa sejatinya wirausaha adalah tidak bekerja untuk orang lain, melainkan menjadi bos untuk diri sendiri. Selain itu ia pun menyampaikan adanya anggaran dana sebesar Rp 150.000.000 bagi wirausaha pemula yang ingin memulai usahanya. Tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa namu bagi siapa saja masyarakat yang berkeinginan untuk memulai usaha dengan sebelumnya mengirimkan proposal untu kemudian diseleksi. 

            Pasalnya, talkshow kewirausahaan tersebut merupakan salah satu agenda kementrian koperasi yang merupakan kerjasama antara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dengan HGKNPI (Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Pemuda Indonesia) yang memfasilitasi kegiatan pemuda yang terkait dengan kewirausahaan. “Acara ini merupakan blusukan ke daerah lokal dengan tujuan memberikan kesempatan yang berwujud modal bagi wirausaha pemula, dan kesempatan untuk mengajukan proposal pada kementrian untuk kemudian diseleksi”, tegas Ketua Koperasi Mahasiswa (KOPMA) IAIN Surakarta Lutvi Ari Zainal Abidin.

            Selain itu, Ketua KOPMA yang baru saja dilantik pada Jumat (14/3) itu menambahkan  bahwa dengan adanya acara talkshow ini diharapkan dapat menumbuhkan mentalitas kewirausahaan bagi mahasiswa secara lebih baik lagi. “Acaranya bagus, bisa membuat mahasiswa termotivasi untuk tidak hanya kuliah, tapi juga berwirausaha”, kata Ariza mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 2 IAIN Surakarta yang merupakan salah satu peserta talkshow.  Kesan yang sama juga ditunjukkan oleh peserta lain bernama Yanuar. Mahasiswa fakultas Syari’ah semester 4 IAIN Surakarta tersebut mengatakan, “acaranya cukup bagus dan bisa menumbuhkan motivasi untuk berwirausaha”.